Pages

Welcome, thanks for visiting my blog.

Saturday, July 20, 2013

DAUN SIRSAK vs KEMOTHERAPI (RIBUAN KALI LEBIH KUAT)

Mengobati Kanker Serviks

sumber: Trubus Online
‘Selamat ya, sudah hamil.’ Yanti Sumiati bertubi-tubi menerima ucapan itu dari rekan kerja, tetangga, dan saudara pada Mei 2010. Perutnya membesar. Banyak orang menerka ia hamil 5 bulan. Hati Yanti justru remuk‑redam. Sebab, bukan janin dalam kandungan, tetapi kanker serviks yang merenggut nyawa seorang perempuan setiap 4 menit.
Yanti Sumiati mengetahui kanker serviks itu ketika ia memeriksakan diri di sebuah klinik di Warungbuncit, Kotamadya Jakarta Selatan. Bagian bawah perut sakit, ‘Seperti ditusuk-tusuk, nyeri sekali,’ kata perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat, 20 Agustus 1978 itu. Rasa sakit menjalar ke kaki kiri. Kondisi itulah yang mendorong Yanti bergegas ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr Slamet Zaeny SpOG, pada 6 Mei 2010.
Dokter yang memindai Yanti menggeleng-gelengkan kepala. ‘Lihat di monitor, kankernya sebesar kepala bayi,’ kata dr Slamet Zaeny SpOG seperti diulangi oleh Yanti. Kadar CA – indikator adanya sel kanker – 113,39 U/ml; normal, kurang dari 35 U/ml. Sambil berbaring, ia memandangi layar pemindai. Dokter menyarankan Yanti menjalani operasi. Namun, anak ke-3 dari 6 bersaudara itu memilih jalan lain. Sebab, sebelum pemeriksaan itu pada April 2008 ia menjalani operasi untuk mengatasi kista.
Namun, 2 tahun berselang ia terserang kanker serviks. Gejala munculnya kista sama persis dengan kanker serviks itu. Perempuan 32 tahun itu memilih pengobatan herbal. Ia mendatangi herbalis dan diberi 3 jenis herba dalam kapsul untuk sebulan. Sayang, Yanti yang membayar Rp9-juta tak mengetahui jenis tanaman obat yang ia konsumsi.
Batal operasi
Yanti disiplin mengonsumsi 3 kapsul herba itu 3 kali sehari. Namun, tanda-tanda kesembuhan tak kunjung muncul. Malahan perut kian membesar dan nafsu makan hilang. Warga Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan, itu juga mengalami insomnia dan merasa serbasalah: miring ke kiri sel kanker yang membesar ikut ke kiri, ke kanan, turut ke kanan. Keadaan itu menyebabkan Yanti memutuskan untuk menjalani operasi pada 10 Agustus 2010.
Sehari sebelumnya, ia menemui kedua orangtuanya di Ciampea, Kabupaten Bogor. Ketika itulah Yanti berjumpa dengan tetangganya, pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS. Zuhud mempunyai informasi tentang khasiat daun sirsak dari beberapa hasil penelitian di mancanegara. Guru besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor itu menyarankan agar Yanti mengonsumsi daun sirsak. Keesokan harinya, Yanti membatalkan operasi dan merebus 10 lembar daun sirsak segar dalam 3 gelas air hingga mendidih.
Setelah rebusan dingin, ia meminumnya. Frekuensi 3 kali sehari masing-masing segelas. Istri Fery Firmansyah itu juga menyantap daging buah sirsak sekali sehari. Ia memotong 4 bagian buah berukuran sedang, bobot 6 – 7 ons. Sepotong buah Annona muricatacukup untuk sehari. Pada 24 Agustus 2010, ia kaget bukan kepalang ketika mudah menarik risleting dan mengancingkan celana. Semula bukan hal gampang untuk mengenakan celana akibat perut yang kian membesar. Ia benar-benar baru sadar bahwa perut mengempis.
Pagi itu ia mencoba tidur, tetapi perutnya tanpa gelambir seperti sebelumnya. Ia miring ke kiri dan ke kanan beberapa kali, tetapi tak ada gumpalan dalam perut yang mengikuti gerakan seperti sebelumnya. ‘Saya menangis karena saking senangnya,’ kata perempuan yang menikah pada 2007 itu. Sembuh? Begitulah dugaan Yanti. Sebulan berselang ia menemui dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Hasil pemindaian menunjukkan tak ada lagi berjalan di serviks.
Menurut dokter sekaligus herbalis di Jakarta Timur, dr Willie Japaries MARS, hilangnya sel kanker dari serviks Yanti dapat melalui berbagai jalan seperti luruh bersama urine atau feses. Namun, menurut Yanti selama 14 hari konsumsi daun dan buah sirsak hingga perut mengempis, tak ada perubahan warna atau bentuk feses dan urine. Japaries mengatakan cara lain detoksifikasi adalah melalui keringat.
‘Pikiran saya lepas. Saya senang banget,’ katanya dengan wajah berbinar. Setelah perutnya mengempis, Yanti lahap setiap kali makan sehingga tubuh kian segar. Insomnia juga sirna sehingga kini ia bisa tidur nyenyak. Meski begitu hingga kini ia tetap mengonsumsi segelas rebusan daun sirsak sekali sehari.
10.000 kali
Perubahan kondisi perut yang semula seperti perempuan hamil lalu mengempis hanya dalam 2 pekan itu sangat cepat. Semula Zuhud memprediksi, perubahan itu baru tercapai setelah 3 bulan Yanti rutin mengonsumsi daun kerabat srikaya itu. Prediksi 90 hari itu berdasarkan informasi yang ia peroleh di internet.
Yanti Sumiati bukan satu-satunya yang merasakan khasiat daun anggota famili Annonaceae. Contoh lain, Sri Haryanto di Yogyakarta yang mengidap kanker prostat dan Yulisnawati (kanker payudara di Palembang, Sumatera Selatan).
Dokter juga menyarankan operasi pada Yulisnawati. Namun, ia lebih memilih mengonsumsi rebusan segelas daun sirsak 3 kali sehari. Dua bulan berselang, kondisi kesehatannya kian membaik. Yulisnawati belum mengecek ulang kondisi kanker. Pada kasus Haryanto, dokter tak menyarankan operasi karena usia pasien lanjut, 70 tahun. Haryanto yang juga herbalis itu mengonsumsi jus buah sirsak (baca: Sirsak Stop Kanker Prostat, halaman 18)
Selain ke-3 jenis kanker – serviks, payudara, dan prostat, daun sirsak juga terbukti secara ilmiah mengatasi antara lain kanker paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. Begitulah hasil riset peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin. Peneliti yang memperoleh daun sirsak dari Garut, Jawa Barat, itu membuktikan bahwa daun Annona muricatamanjur mengatasi 7 sel kanker. Daun sirsak yang selama ini terabaikan itu ternyata mujarab mengganyang sel kanker.
Ada apa di balik itu? Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD yang meriset daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin menemukan senyawa aktif acetogenins. Mereka melakukan uji praklinis dengan memanfaatkan beragam sel kanker seperti sel kanker paru-paru dan pankreas. ‘Tujuan penelitian, mengembangkan ilmu pengobatan untuk mengatasi kanker,’ kata doktor Biologi alumnus Champaign Urbane University, Amerika Serikat, itu.
Acetogenins menghambat ATP kanker
‘Acetogenins menghambat ATP (adenosina trifosfat, red). ATP sumber energi di dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP,’ kata Sastrodihardjo. Acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP. Senyawa itu tak menyerang sel-sel lain yang normal di dalam tubuh. ‘Acetogenins mengganggu peredaran sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP.Hal ini yang membuat senyawa dalam daun sirsak dianggap selektif dan hanya memilih sel kanker untuk diserang,’ kata Sastrodihardjo.
Bukan hanya selektif, acetogenins juga dahsyat! The Journal of Natural Product membeberkan riset Rieser MJ, Fang XP, dan McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat, bahwa daun sirsak membunuh sel-sel kanker usus besar hingga 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan kemoterapi.
Adriamycin yang mempunyai nama generik doxorubicin merupakan obat untuk mengatasi berbagai jenis kanker seperti leukemia, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker pankreas. Sedangkan kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memasukkan zat atau obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker.
Menurut peneliti di Cancer Chemoprevention Research Center Universitas Gadjah Mada (CCRC–UGM), Nur Qumara Fitriyah, riset McLaughlin menunjukkan dengan dosis kecil saja, daun sirsak efektif memberangus sel kanker. Berdasarkan riset McLaughlin ED50ekstrak kasar daun sirsak < 20 µg/ml, sedangkan ED50 senyawa murni cuma < 4 µg/ml. Artinya dengan dosis rebusan 10 – 15 daun sirsak masih aman dikonsumsi.
Tren sirsak
Menurut Ervizal AM Zuhud penelitian sirsak sempat ditutupi-tutupi selama 10 tahun karena ‘mengancam’ kelangsungan hidup kemoterapi dan industri kimia. Apalagi harga sirsak murah. Hasil penelitian itu, ‘Baru tersebar setelah keluarga dari seorang peneliti mengidap kanker dan mempublikasikan di dunia maya,’ kata kepala Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Tanaman, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, itu.
Berbagai lembaga riset di tanahair juga mulai menguak rahasia daun sirsak dan kerabatnya. Sekadar menyebut contoh, periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB, Prof Dr Latifah K Darusman, hingga kini meriset komponen kimia yang dominan di daun sirsak. Sedangkan peneliti di Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Sismindari, meriset khasiat biji dan daun srikaya yang kaya ribosome inactivating protein(RIP). ‘RIP mampu merusak sintesis protein pada sel yang sedang tumbuh sehingga mati,’ kata Sismindari.
Konsumsi daun sirsak bukan hanya untuk para pasien, tetapi juga baik bagi orang sehat. Menurut Ervizal AM Zuhud, kasiat daun sirsak bagi orang sehat, ‘Menambah kekebalan tubuh dan mencegah asam urat. Bagi pria, daun sirsak menambah jumlah dan memperkuat sperma.’ Di Indonesia kini para dokter dan herbalis meresepkan daun sirsak kepada para pasien. Ada yang meresepkan secara tunggal – hanya daun sirsak, tetapi ada pula yang meracik kombinasi daun sirsak dengan herbal lain seperti rimpang temuputih dan sambiloto. Mereka meresepkan daun sirsak antara lain untuk mengatasi beragam kanker.
Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana meresepkan daun atau buah sirsak terutama sebagai pengganti kemoterapi pada pasien kanker. ‘Khasiat daun atau buah sirsak itu untuk mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel kanker, menyembuhkan peradangan di dalam tubuh, dan terutama meningkatkan stamina pasien agar tubuh tidak lemah,’ kata Lina Mardiana. Para dokter dan herbalis seperti Valentina Indrajati di Bogor, Jawa Barat, memilih daun yang sedang – tak terlalu tua dan tak terlampau muda. Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.
Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.
Para herbalis meresepkan daun sirsak bukan melulu untuk mengatasi sel kanker. Herbalis di Gegerkalong, Kotamadya Bandung, Jawa Barat, H Sarah Kriswanty, misalnya, meresepkan daun sirsak untuk mengatasi bronkhitis dan kejang. Sedangkan Lina Mardiana meresepkan daun sirsak untuk pasien yang menderita peradangan, misalnya radang tenggorokan, usus, pencernaan, ambeien (baca:Sentosa Karena Graviola halaman 24).
Menurut dr Willie Japaries MARS yang juga meresepkan daun sirsak, daun Annona muricata bersifat netral sehingga sesuai untuk mengatasi beragam jenis kanker. Herbalis lain yang juga meresepkan daun sirsak antara lain dr Prapti Utami di Jakarta Selatan dan Maria Andjarwati (Kelapagading, Jakarta Utara. Para herbalis dan dokter itu sebagian besar meresepkan daun sirsak baru pada 2 – 4 tahun silam. Pada umumnya mereka tak meracik, tetapi pasien yang menyiapkan sendiri sejak pencarian daun hingga merebus.
Harap mafhum hingga saat ini di pasaran belum tersedia ekstraksi daun sirsak dalam kapsul seperti kapsul bermerek Graviola yang beredar di mancanegara. Oleh karena itu, mereka mempersiapkan sendiri. Pasien yang belum memiliki pohon biasanya membeli bibit sirsak. Dampaknya permintaan bibit juga meningkat. Produsen bibit buah-buahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Simbul Haryadi mengatakan permintaan bibit sirsak pada September 2010 mencapai 400 bibit. Padahal, biasanya hanya 10 bibit per bulan. ‘Stok bibit di kebun sampai habis, sekarang saya sedang memperbanyak lagi,’ kata Haryadi.
Begitu juga permintaan di nurseri Tebuwulung milik Eddy Soesanto di Cijantung, Jakarta Timur, yang mencapai 600 – 700 bibit per bulan. Lonjakan permintaan signifikan itu terjadi dalam 4 bulan terakhir. Produsen bibit buah di Bogor, Jawa Barat, Syahril sama juga. Permintaan bibit durian belanda itu fantastis, sejak Agustus 2010 mencapai 3.000 – 5.000 tanaman per bulan; sebelumnya, 500 bibit per bulan. Harga bibit setinggi 40 – 50 cm di berbagai penangkar Rp20.000 – Rp30.000. Menurut para penangkar tingginya permintaan bibit sirsak berkaitan dengan pemanfaatan daun atau buah sebagai obat tradisional. Benar kata Yeni Sumarni yang juga mengonsumsi daun sirsak, ‘Obat kanker itu ternyata murah meriah, kita tak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah.’ (Sardi Duryatmo/Peliput: Endah Kurnia Wirawati, Lastioro Anmi Tambunan, & Tri Susanti)

Penawar Agar-agar

Agar-agar sebagai penawar
Pada hari pertama konsumsi rebusan daun sirsak, Yanti Sumiati tak merasakan perubahan berarti. Baru pada hari ke-2, ia berkeringat dingin. Bagian punggung panas sekali. Ia menggigil. Selain itu perut juga perih. ‘Rasanya saya ingin menyilet perut sendiri dan melihat bagian dalam ada apa sih?’ kata perempuan 32 tahun itu mengenang. Pada hari ke-3 konsumsi, kejadian itu terulang lagi. Punggungnya malah kian panas sehingga Yanti berendam diri di bak mandi untuk meredakannya.
Yulisnawati di Palembang, Sumatera Selatan, yang mengidap kanker payudara dan mengonsumsi daun sirsak mengalami hal sama. Ia merasakan panas dan nyeri di bagian payudara. Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati (46 tahun), menemukan fakta serupa. Banyak pasiennya yang menghubungi Valentina pada hari ke-2 atau ke-3 pascakonsumsi daun sirsak. Mereka mengeluhkan panas dingin seperti keluhan Yanti. ‘Tapi tak semua pasien begitu, pada umumnya pasien-pasien kanker,’ kata herbalis yang meresepkan daun sirsak sejak 2006 itu. Pasien nonkanker tak menghadapi keluhan seperti itu.
Menurut pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS, tubuh panas dingin merupakan indikasi obat sedang bereaksi. Oleh karena itu ia menyarankan agar pasien meneruskan konsumsi daun sirsak. Pada hari ke-3 hingga kini, gejala seperti itu tak pernah muncul. Herbalis lain, Lina Mardiana juga mendapat laporan serupa dari para pasien. Untuk mengatasi hal itu, Mardiana menyarankan agar mereka merebus agar-agar hingga mendidih dan meminumnya ketika dingin. Panas dingin itu hanya berlangsung 2 hari. Pada hari-hari berikutnya pasien akan merasa nyaman. (Sardi Duryatmo)

Friday, July 12, 2013

Hiduplah menguntungkan orang lain.

hidup itu jangan pernah merugikan orang lain, apalagi memanfaatkan orang lain. tetapi hidup lah untuk menguntungkan orang lain, karena ketika mau menguntungkan orang lain maka Tuhan akan menguntungkan kita didalam segala hal. tetapi jika kita suka berbuat curang, dan hanya merugikan orang lain bahkan memanfaatkan maka Tuhan lah yang akan membalas perbuatan kita..

Tit. 2:10    jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Elohim, Juruselamat kita.

namun banyak orang diantara kita, sadar atau tidak, banyak musuh di sekitar kita. karena ada pepatah berkata bahwa musuh itu sebenarnya adalah orang disekeliling kita. jadi waspadalah, dan tetaplah selalu menguntungkan bagi sesama...

karena hidup bukan milik kita, tetapi milik TUHAN, biarkan orang lain memperlakukan kita seperti apa biarkan Tuhan juga yang akan membalasNya...
tak perlu di tangisi, bahkan tak perlu di sesali, hidup ini hanya untuk Tuhan...

Thursday, June 27, 2013

Hiduplah dalam TUHAN, maka TUHAN akan hidup dalam karya kita.


orang tua membuang anaknya, tapi sekarang anaknya jadi pemain sepak bola terkenal di italia seri A. #hitam putih

mungkin banyak orang disekeling kita yg menganggap kita bodoh, menganggap kita lemah, tapi jika kita mau hidup dalam TUHAN maka TUHAN akan menghidupkan kita menjadikan kita manusia yang sangat berguna....

jangan pernah merasa kecewa, apabila ada yg meninggalkanmu tanpa alasan, jangan pernah marah, apabila ada yang meremehkan tanpa logika.

tetaplah hidup dalam TUHAN, sebab....

1Kor. 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Elohim untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Elohim untuk memalukan apa yang kuat,

Adonai Yeshua Hamashiach akan membawa kita ke tempat tinggi, meski saat ini jalan penuh kerikil. tapi jika kita percaya bahwa bila kita hidup dalam Tuhan, maka disitulah TUHAN akan hidup dalam setiap aktifitas kita.....

tetap bersukacita dan bersyukur..... ^_^

Friday, June 21, 2013

Cara mencari cinta yang bijak...

apakah yg anda cari di dalam sebuah hubungan ???

KEMAPANAN ato KENYAMANAN.

Jika kemapanan, maka di saat pasangan terjatuh bangkrut maka anda akan berlari menjauh dari dirinya dan mencari kemapanan yg lain yg lebih bagus.

jika kenyamanan, maka di saat pasangan anda terjatuh bahkan sakit, anda tetap setia sebab anda hanya merasa NYAMAN pada satu orang yg anda cintai...

jadi ....

pilihlah cinta karena anda merasa nyaman, bukan karena mapan...


banyak orang selalu peduli bahwa harus mapan, ketahuilah mapan tidak selamanya memberikan bahagia. sebab ada kalanya kita terjatuh ke bawah untuk menjadi miskin, ada juga yg naik selalu. dan itu tidak bisa kita pastikan...

meski memang kenyataan hidup, orang selalu berkata bahwa hidup tanpa uang akan sangat sulit. tetapi percayalah jauh lebih bahagia jika anda mencari pasangan yg nyaman dengan anda, bukan karena dia mapan..

Wednesday, June 12, 2013

KAMUS BAHASA MAKASSAR

"JIKA ANDA INGIN AMAN DAN MERASA NYAMAN DI MAKASSAR, MAKA KUASAI BAHASANYA."

ABJAD
A

abdi = ata
abis [habis] = labbusu'
abjad = hurupu'
acak = ta'siara'
ada = nia' | mengadakan = a'pa'nia' | adalah = iami | seadanya = iamonjo |
adalah = iamintu
adzan = bang
adik = andi'
adil = adele'
adu = appasiba'ji | adu ayam = appabbate jangang
ahli = to/u panrita
air = je'ne' | air mata = je'ne' mata | air jeruk = je'ne' lemo | air
kencing = je'ne' mea | air sembahyang = je'ne' sambayang |
ajak = akkiyo'
ajar = ajara' | mengajar = anggangajara' | ajaran = ajarrang |
pengajar = pangngajara' | pengajaran = pappiajarrang/pangngajarakkang
| belajar = appilajara' | pelajaran = pappilajarrang
Ahli = Panrita
Ajal = a'jala'
akad = aka'
akal = akkala' | tidak masuk akal = tena antama ri akkala' | akal
pendek = bodo akkala' | mengakali = anngakali | mencari akal = a'boya
akkala'
akan = punna
akar = akara'
akhirat = Anja'
akhir = Konteng
akil baligh = balere'
akur = singai/sipakatau
akrab = sanna singaina/sipa'agadang
aku = nakke/inakke
atap = Sira'
Atas = Rate  | Di Atas = Irate
alis = kannying
Allah = Alla ta Ala/Karaeng Alla ta Ala
Almarhum = Tumatea (Kalau Raja Gowa disebut "Tumenanga")
Amal = amala'
Aman = amang
Amarah = larro
Amanah : Amana
Amat = sanna'
Amuk = Jallo' | Mengamuk = A'jallo' | diamuk = Nijallo'
Ambruk = runtung
Ambil = alle | mengambil = angngalle | mengambilkan = angngalleang |
mengambil dari = angngalle ri | pengambilan = pangngalleang
Anak = ana'
Anda = ikau (kasar) ikatte (halus)
Andai = ka'de'
Aneka = a'rupa-rupa
Angin = anging
Angkasa = rammang
Angsur = ansuru'
anjing = kongkong
antar = antara'
antara = passingaleng
antero = kabusu'
apa = apa | ini apa = apanne | apa boleh buat = apa pode'/paleng
tida apa = tena angngapa | mengapa = angngapai |
Api = pepe' | korek api = colo' | gunung berapi = moncong pepe'
Apung = Mawang
Asal = battu | berasal = battu ri
Asap = ambu
Asin = ce'lai
Asik = Assipa'
Asing = maraeng | orang asing = to maraeng
Atap = Tompo' | atap rumaha = tompo' balla
Atas = rateang | dari atas = battu rate | atasmu = irate nu | di atas = iratena | ke atas = nai'
Atur = atoro' | mengatur = angngatoro' | aturan = atorrang | Teratur = ta'ataoro'
Awal = ri olo
Ayah = mangge
Ayam = jangang | ayam betina = jangang gana | ayam jantan = jangang laki | ayam muda = jangang rungka
Ayo = ambae (Mari/Kemari)



B

Babak = Baba' | Babak kedua = Baba' Pinruang
Babat = Tabbasa' | membabat = Attabbasa'
Baca = baca | membaca = ammaca | bacaan = bacang
Bacok = tette'| membacok = annette'
Badan = kale
Bagai = kammai | bagaikan = kamma tongi |bagaimana = antekamma | sebagaimana = kammaya
Bagi = bage | membagi = a'bage
Bagus = baji'/ga'ga
Bahagia = nyammang/annyammang | sudah bahagia hidupnya = annyamammi tallasa'na
Bahak = Ammakala'
Bahasa = basa | bahasa makassar = basa mangkasara'
Baik = baji'| orang baik = to baji' | baiknya = baji'na | memperbaiki = appakabajiki | ada baiknya | nia' baji'na
Bau = a'rasa, | Bau Ketiak = Sakkulu'
Bajak = pa'jeko | membajak = appa'jeko
Baju = Baju
Bakar = tunu | membakar = attunu | terbakar = akkanre | rumah terbakar = balla akkanre
Bakul = karanjeng
Balik = motere'/ammotere' |
Bambu = Bulo | bambu runcing = bulo cidu'
Ban = bang
Bandar = bandara'
Bandel = Bambala'
Bangau = kondo
Banget = Sanna'
Bangkit = ammenteng
Bangku = bangko
Bangsa = pa'rasangang/Butta
Bangun = menteng/mangung| bangun tidur = ammuriang | bangun rumah = ammangung balla
Banjir = A'ba
Bantal = pa'lungang
Banting = manting
Bantu = Ammalii / ambalii
Banyak = jai | orang banyak = tau jai | kebanyakan = jai dudu
Bapak = mangge | ibu bapak = anrong mangge
Barat = rinngang | Selatan = Wara'/warakkang | utara = timboro'/timborang | timur = kalau'
Bareng = siagang
Baring = tinro
Baris = barisi' | membaris = a'barrisi'
Baru = beru | orang baru = tau beru
Bagaikan = Rapangi
Basah = basa
Batas = Alla'
Batik = bate'
Batuk = ta'roko
Bau = botto'
Bawa = ngerang | membawa = anngerang |membawa diri = anggerang kale | Membawakan = angngeranggang
Bawah = rawa | di bawah = irawa
Bawang = lasuna
Bayang = tau-tau
Bayao = Telur | Bayao Le'ba Pallu = Telur Rebus
Bayar = bayara'
Bebas = lappasa'
Bebek = kiti'
Becak = beca'/tigaroda
Becek = cammara'
Beda =Annya'la'
Bedak = ba'ra'
Bedil = ba'dili'
Beduk = ganrang
Begini = kammanne
Begitu = kammanjo | Begitulah = begitumi
Belajar = pilajara'
Belakang = boko | di belakang = ri boko
Belalang = katimbang
Belang = ballang
Belanja = balanja
Belantara = romang
Beli = malli
Beliau = ri passingalinna
Belut = Londeng
Betapa = Lanri
Betul = Cocoki
Benak = pikkirang
Benang = bannang
Benar = Tojeng
Bengkak = akkambang
Benjol = Kambussulu'
Benih = sessara', Bine
Beranda = Palladang
Berani = Barani, Rewa
Bersatu = Siama'
Berbaur = Sirurungang
Bersalaman = A'jama' Taeng
Beri = sare | Pemberian = Passare
Bekas = Bate
Bekal = Bokong
Begitu = Kamma  | Begitulah = Kamma Tojengi
Bintang = Bintoeng
Bunga = Rente
Buat = Pare'  | Membuat = Appare'
Buang = Pela'
Bunuh = Buno
Bunyi = Sa'ra  | Suara = Sa'ra | Berbunyi/Bersuara = Assa'ra
Busa = Busa
Buka = Sungke
Bulan = Bulang
Butuh = Parallu | Perlu = Parallu
Bungkus = roko'
Burung = Jangang-Jangang




C
Cabang = Tangke
Cabai = Lada
Cabik = Kakka' | Menyabik = Anngakka'
Cabul = Lale
Cabut = Kakka' | Menyabik = Anngakka'
Cacing = Gallang-gallang
Cahaya = Singara'
Cair = solong
Cakap = Gammra'
Cakrawala = Langi'
Campur = campurang
Canda = Kakalakara'
Cangkul = Bingkung
Cantik = Ga'ga
Capai = Dodong
Caping = Saraung
Capung = Bereng-Bereng
Cari = Boya | Mencari = A'boya
Cat = Ce'
Catat = Tulisi' | Mencatat = Annulisi'
Cedera = Loko'
Cekcok = A'besere'
Cela = Calla
Celah = Salassara'
Celana = Saluara'
Cemburu = Kodi cini'
Cengeng = Jabe
Cengkeh = Cingki
Cepat = Inta'
Ceper = Bodo
Cerah = Singara ' Allo | Bambang Allo
Cerdas = Cara'de'
Cerewet = Calleda'
Cerita = Carita
Cermin = Carammeng
Cilik = Caddi
Cipta = Pare' | Ciptaan = Parekang
Cium = ara' | Mencium = Angngara'
Cocok = coco', Annaba
Coklat = Sikola'
Comot = Akka'
Congkak = Tampo, Gambang
Cubit = Kabbi'/Ka'bili'
Cuci = Bissa | Mencuci Tangan = Abbissa Lima | Mencuci Celana | Saluara'
Cukai = Ballo limung
Cukur = Cukkuru' | Tukang Cukur = Pacukkuru'
Cuma = Ji | Cuma Dua = rua ji
Curi = Lukka' | Mencuri = A'lukka' | Pencuri = Palukka'



D

Daerah = Bori'
Dagang = Balu'/A'balu' (Berdagang), Balukang (dagangan)
Dahaga = A'mara kallong
Dahi = Ubung-ubung
Dahulu = Riolo
Dalam = Lalang, Lantang (Kedalaman)
Damai = Sannang
Damba = Ero'
Dan = Siagang
Dandan = A'mode
Dangkal = Esa'
Dapta = Gappa
Dapur = Pappalluang
Darah = Cera'
Darat = Butta
Dari = Assala', Battu
Datang = Battu
Datar = Lappara'
Daun = Leko'
Debar = Dumba'
Dekat = Ammani
Delman = Bendi
Demam = Bangbang
Demikian + Kammanjo
Dengan = Siagang
Dengar = Lanngere', Allangere' (mendengar), Pilanggeri (Dengarkan)
Dengkul = Kulantu'
Dengkur = A'moro'
Dengung = Dangngung
Denyut = Dumba'
Depan = Riolo
Deras = Sarro, Bosi sarro (hujan Deras)
Derita = Pacce
Deras = Sarro
Desak = Siappi'
Dewa = Barata
Dialog = Sipabbicara
Diam = Sannang
Dinding = Rinring
Dikit = Sikedde'
Dinihari = Bari'basa'
Diri = Kale, Ammenteng (berdiri), Sikale-kale (sendiri), Appaenteng (mendirikan)
Do'a/Permohonan = Panganro
Dokter = Dottoro'
Dosa = Dosa, Doraka
Dua = Rua
Duduk = Mempo
Duel = Sibajji
Duga = A'bata-bata
Dunia = Lino
Duri = Katinting
Dusta = Balle, A'balle-balle (berdusta)
Duduk = Mempo




E

Edan/Gila = Pongoro'
Efisien = Tassike'de'
Egois = Tinggi Ero'
Ejek = Appa'lila
Ekor = Inkong
Elak = Lecceng, A'lecceng (mengelak)
Elok = Ga'ga
Elus =  purusu' | Elus-Elus = Puru'-Purusu'
Emak = Anrrong, Amma'
Emas = Bulaeng
Emosi = Larro, Pa'larroang (emosional)
Empat = Appa'
Empedu = Pai' (juga digunakan untuk kata 'Pahit)
Enak = Assi'pa'
Encer = encere'
Endap, Mengendap = A'dakka-dakka
Endus, Mengendus = Anngara', Kongkong Anngara (Anjing Mengendus), Anngara' Taipa (Mencium Bau Mangga)
Enggan = Malasa', Battala' Jappa/battala' ero'
Engkau = Ikau (Kasar), Ikatte (Halus)
Enteng = Lomo-lomo
Era = Wattu
Esa = Se're
Esoh = Ammuko


F
Bahasa Makassar tidak mengenal Huruf "F" di awal katanya




G

Gadai = Ta'ggala (dalam pengertian barang gadaian) karena Ta'gala juga berarti Pegang
Gagah/Ganteng = Ga'ga/Gammara'
Gali = Kekkese | Galian = Kekkesang | Menggali = A'kkekese
Gantung = Pasai' | Menggantung = Appasai' (dipakai untuk benda/barang)
Garam = Ce'la
Garis = Garrisi'
Ganti = Sambe
Gatal = Katala'
Garuk = Kangkang
Gawang = Pakkiperang | Penjaga Gawang = Kippere'
Gembira = Rannu
Gemuk = Co'mo'/Battala'
Gemuk/Grease = Gommo'
Gencar = Sarring
Genggam = Ta'gala Jarre
Gelap : Sassang
Gelang = Ponto | Pergelangan = Pappontoang
Geli = Gele'-Gele'/Kaleme' (bahasa Konjo/Selayar)
Gelisah = Lussa'
Genderang = Ganrang
Genap : Ganna’
Gentar = Bentere'
Gerak = Gio'  | Bergerak = A'gio'
Gerimis/Rintik-Rintik = Ricci'-Ricci'
Geser = Palette' (dipakai juga untuk kata pindah)
Gemar = Ngai/Angngai
Gogoso' = Beras Ketan dibungkus Daun Pisang lalu dibakar
Gombal = Odo'/Ngodo' (dikapai juga untuk kata Intip)
Goreng = Sanggara' | Menggoreng = Annyanggara'
Gosong/Hangus = Mutung/Ammutung
Gua = Liang
Gugur/Jatuh = Tu'guru/Dappe'/Nanggala'
Gula = Golla | Gula Pasir = Golla Kassi' | Gula Merah = Golla Eja
Gulungan = Galluru'
Gunting = Goncing/Gonting | Menggunting = Anggoncing
Guntur/Petir = Gunturu'/Latte
Gunung = Bulu'/Bonto (bahasa Konjo/Selayar)
Gusar = Gangrakang/Bata-Bata
Gila = Pongoro'







H
Habis = La'busu'  | Kehabisan = Kala'busang
Hari : Allo
Haji : A’ji
Halal : hallala’
Hampir : a’Biring
Harapan : Minasa
Haram : Harang
Hamba : Ata
Hampir = Sike'de' mami  | Sedikit = Sike'de'
Hati-Hati = Katutui
Hancur : Ancuru'/Panra’ (semakna dengan kata Rusak)
Habis : La’busu’
Hampa :
Hangus = Ammutung
Haus : Kalotoro' (diambil dari kata Kering)
Hasut/Menghasut : Pakabambang
Hajar : Amba’, Menghajar : Angngamba’
Halau/Halang : Tarai
Hebat = Palla'
Hembus/Berhembus : Miri'/Ammiri'
Hutan : Romang
Hujan : Bosi
Hunian = Pammantangang
Hidup = Tallasa'  | Kehidupan = Patallassang
Hitung = Bilang



I
Ikan : Juku’
Inap/Menginap : A’bangngi, Penginapan : Pa’bangngiang
Ikut : amminawang
Ikat : Sikko’, mengikat : Annyikko’
Ikrar : Aru
Ingat : Ngu'rangi | Mengingat : Mangngu'rangi
Indah : Ga’ga
Iri : Pa'mai' kodi
Izin : ising | Minta izin : appala' kana
Irama : sa'ra-sa'ra
Islam : isalang
Imbauan :
Iris : Polong
Istri : baine, beristri : a’baine
Ingin : ero’
Imbang = Puli
Impian/mimpi : so’na, bermimpi : asso’na
Imam = Imang
Istana : Balla' lompoa
Itu = Anjo
Ini = Anne






J
Jejak : Bate, Jejak Kaki : Bate Bangkeng/Bate Onjo’
Jangan/tak ingin : tea
Jam : Tatte'
Jauh = Bella
Janji = Janji
Jatuh = tu'guru'
Jalar = Lamba'
Jimat/mantra : Baca-baca
Jelas : a’nassa
Jelek = Kodi
Jerit = sa’ra
Jernih = Ci'nong
Jemput : angngalle/mengambil
Jika = Punna
Juga = Tongi | Beri Juga = Sare Tongi
Jongkok = cengke



K
Kakak = Daeng
kaki : bangkeng
Kapur : leo’
Kaget = Ta'bangka
Karet = Gatta
Keras : terasa’
Kamar : kamara’
Kambing = Bembe
Kampung : Pa'rasangang
Kalah = Beta
Kasihan = Kamaseang, | Kasihan Sekali = Kodong
Kecewa = Salasa
Kecil = Ca'di
Keras = Terasa'
Kertas : bujang
Keris : Sele’
Kering = Kalotoro'
Kembang : Bunga
Kemarau :
Keluar = Solle'  | Tukang Jalan = Pasolle'
Kepala = Ulu
Kera = Dare'
Kerbau = Tedong
Kering : Kalotoro’
Kerja = Anjama
Keruh = Pucca'
Keluar = Sulu'
Keluarga = Pammanakang, Bija
Kena = Taba
Kenang = Kasu'mang  | Mengenang = Makasu'mang
Kencing : Ta’mea
Kejam : Sakkang
Kejadian = Kajariang
Kembali : motere’/pulang
Kira-kira = Rai-rai
Kuasa = Koasa
Kursi = Kadera
Kuning = Kunyi'
Kuningan = Gallang
Kucing = miong
Kuda = Jarang
Kurus = Roso'
Keinginan = Akkasu'mang


L
Langit = Langi'
Lain = Maraeng

Laki-laki : Bura’ne
Lawan : Ewa, bali (bali juga bisa berarti membantu, misalnya “Bali rong tawwa”)
Lari = Lari
Lagu = Kelong | Menyanyi = Akkelong
Lampu = Lampu
Lama = Sallo
Lapar = Cipuru'
Lalat = Katingngalo
Laut = Tamparang
Lahir = Lassu  | Dilahirkan = Nikalassukang
Layar = Sombala'  | Berlayar = Mannyombalang
Leher = Kallong
Lepas : Lappasa’
Lempar : annyambila
Lemari : Lamari
Lembar = Lawara'
Lebih : la’bi
Leleh : Solong, Meleleh : Assolong
Lemas/lemah/loyo/lambat : dodong
Lihat :cini’, melihat : Maccini’
Licin : laccu’
Lilin : Tai bani
Lirik = Tile  | Melirik = Attile
Lebah : bani
Lurus : lambusu’
Ludah : Pi'ru
Lomba = Lumba | Berlomba = Pa'lumbang | Berlomba = Pa'lumba


M
Matahari = Mata Allo
Mau = Ero'
Malam = Bangngi
Malas = kuttu
Makan = Nganre, ka'do'
Marah = Larro
Maksud = Pattuju
Mimisan = Samorang
Minum = Angnginung
Minta = Pala'  | Meminta = Mappala'/Appala' | Permintaan = Pappala'
Milik = Pata  | Pemilik = Patanna |Pemilik Barang = Patanna Barang
Miskin = Kasi-Asi
Membawa = Ngerang | Bawa = Erang
Menang = Ammeta
Meninggal/Mati = Ammoterang/Mate
Menghadiri = Angngiyori
Mengalir/meleleh = solong
Mengasihi = Mamase
Medan = Parang
Meja = Mejang
Mesin = Masina
Mulia = Sunggu
Mulut = Bawa
Musuh = Bali


N
Nanti = Sallang
Nasib = Sare
Nasi = kanre
Nama = Areng
Niat = Nia' (Nia' juga bisa berarti "ada")
Nikah = Nikka/Bunting




O
Obor = Sulo
Obrol = Accarita
Ompong = cammo
Oleng = tattiling
Ombak = Bombang
Om = Purinang
Orang = Tau
Obeng = obeng
Ongkos = Ongkoso'
Otak = Ota'
Omel/Mengomeli/memarahi = Kalarroi



P
Pacul = Bingkung
Pajak = Sima'

Parang = Berang
Pagi = Bari'basa' | Pagi-pagi = bari'-bari'basa'
Patah = Tepo'
Patuh = Matu-Matu
Parah = Sanna'
Pamer = Jalla
Pancing = Pekang  | Pemancing = Papekang
Panjat : angngambi’
Panjang = La'bu
Pantat : tara
Pantai = Biring Tamparang
Panu : Panoang
Panas = Bambang
Pandai = Cara'de'
Pantas = Siratang
Pasang = Tannang
Pasar : Pasara'
Pasti = Nassa
Paksa = Passa
Pijit : pica’
Pisah = Sa'la'  | memisahkan = Appasisa'la' | terpisahkan = Tassa'la' | Berpisah = assa'la'
Pisang : Unti
Pincang : keppang
Pinggir = Biring
Pilih : ammile | memilih : ammilei
Pesan : Pasang
Perahu = Biseang, Lopi
Perang : bundu’
Perampok : Paella'
Perasaan = Pa'mai'
Percaya : Tappa'
Perempuan : baine
Perjanjian = Ulu Kana
Pergi = Lampa
Pembantu = Suro
Pendek = Bodo
Penutup = Pattongko
Penguasa (Dunia) = Batara
Peluk = Raka' |memeluk = A'raka'
Pelihara = Katuo
Pemain = Pakarena
Penjelasan = Patuturang
Pohon = Poko'
Pulang = Maliang, Ammotere'
Pintu = Pakke'bu'



Q






R
Rakus = kella-kella
Ramah = Sombere'
Rambut = u'
Raja = Karaeng
Rasa/Perasaan = Pa'mai'
Renang = Selang  | Berenang = Asselang
Rokok = Kaluru'
Rezki = Dalle'
Rumah = Balla'
Runtuh = Runtung
Rusak = Panra'
Rembulan = Bulang
Rindu = Nakku'





S
Sayang = Sayang
Saya = Nakke  | Aku = Nakke
Sambar = Rambang
Samar = Bunrang
Sampai = Rapi'
Sampah = Loro
Sangat = Lanri
Sakit = Garring
Sabar = Sa'bara'
Satu = Se're'
Sama = Sangkamma
Sasaran = Odo'
Salam = Sallang
Santan = Santang
Seandainya = Ka'de'
Sedikit = Sikadde'
Selalu = Tuli  | Selalu Menunggu = Tuli Mattayang
Sempit = seppa'
Semprot = Sappuru'
Senyum = Muri
Sebatang = Sipappa'
Seberang = Ba'leang | Menyeberang = anta'le
Sedikit Sekali = Sikadde' Dudu
Sepi/Sunyi = Sino
Seperti = Kontu
Sehat = Salewangang
Suka-suak gue dong = Ero'-ero'ku
Sumur = Bungung
Sendal = Sandala'
Suara = sa'ra  | Bersuara = Assa'ra
Sutra = Sa'be
Susah = simpung, Susa
Sungai = Binanga
Syukur = Sukkuru'
Sisa = Sesa
Sisir = Jangka
Singgah = sengka
Sihir/Santet = Doti/Guna-Guna
Simpan = Boli'
Silsilah = Sitambung
Sombong = Tinggilangga




T
Tabungan = Boli-Boli'
Tapisan = Soro
Tanah = Butta
Tanda = Bate  | Membekas = A'bate
Tak = Tanri  |Tak Terkalahkan = Tanri Beta | Tak Mau = Tea
Takdir = Taka'dere'
Tai = Tai
Tampar = Tampiling
Tagihan = Passingngarrang
Tatap = Janjang
Takut = Malla'
Tawan = Tawang
Temu = Buntulu' | Menemukan = ammuntulu' |Temu (Obat) =Tammu
Tempa = De'de'
Tendang = Sempa'
Terima = Tarima
Terlarang = Pammali
Terbang = Anri'ba'
Telur = Bayao
Telan = A'lu'  | Menelan = a'lukkang
Teman = Agang
Tetes= Matti'  | Menetes = ammatti'
Tikam = tobo'
Timba = Se'ro'
Tinju = Jaguru'
Tinggal = Ammantang
Tidur = Tinro
Tua = Toa




U
Uang = Doe'
Uban = A' u'
Ubi = Lame  | Ubi Kayu = Lame Kayu | Ubi Jalar = Lame Lamba'
Ulama = Anrong guru
Urat = ura'
Ubi = Lame
Utang/Hutang = inrang
Ujian = Paccoba





V






W
Waktu : Wattu
Waspada = Sangga
Wajah = Rupa | Muka = Tanja
Wejangan : Pappasang
Walau = Manna
Waow = Iyya Tawwa





X






Y
Ya = iyye'/Iyyo' (Sopan), iyo (Kasar)
Yang Mana = Kerea | Yang Manakah = Kereami injo
Yang Maha Kuasa = Karaeng Malompoa/Karaeng Alla Ta'ala



Z







ANGKA

0 = Nolo'/Kosong/Lobbang

1 = Se're
2 = Rua
3 = Tallu
4 = Appa'
5 = Lima
6 = Annang
7 = Tuju
8 = Sagantuju/Sangantuju
9 = Salapang
10 = Sampulo

11 = SampulonSe're
12 = SampulonRua
13 = SampulonTallu
14 = Sampulong Ngappa
15 = Sampulollima
16 = Sampulong Ngannang
17 = Sampulon Tuju
18 = Sampulos Sagantuju/Sampulong Sangantuju
19 = Sampulong Salapang
20 = Ruampulo
21 = Ruampulos Se're
2......... (perhatikan frase di atas, mirip pada hitungan sepuluh hingga dua puluh)

100 = Sibilangngang
101 = Sibilangngang Asse're
102 = Sibilangngang Anrua

1000 = Sisabbu
1001 = Sisabbu Asse're
1002 = Sisabbu Anrua

2001 = Ruassabbu Asse're

2012 = Ruassabbus Sampulo Anrua (jangan percaya kiamat palsu)


HARI
Senin = Sanneng
Selasa = Salasa
Rabu = Araba'
Kamis = Kammisi'
Jum'at = Juma'
Sabtu = Sattu
Minggu = Minggu

BULAN
Sebelum tahun 1520 M
- Naagai (Januari)
- Palagunai (Februari)
- Bisaakai (Maret)
- Jettai (April)
- Sarawanai (mei)
- Pe’dawaranai (Juni)
- Sujiwi (Juli)
- Pacciekai (Agustus)
- Pociyai (September)
- Mangasierai (Oktober)
-Mangase’tiwi (November)
-Mangalompai (Desember)

Setelah Islam dijadikan sebagai agama resmi Kerajaan ditahun 1605M maka nama bulan berubah menjadi nama bulan Hijriah.

Dan untuk penyebutan Nama Bulan Masehi
januari = janijari, 
Februari =paberewari
Maret = marasa
April = aberele
Mei = mai'
Juni = juni
Juli = juli
September = satembere
Oktober = okttoboro
November = novembere
Desember = desembere


Di Kumpulkan Oleh Suwandy Mardan

Silahkan Posting Bahasa Makassar yang belum ada di atas, atau mungkin ada yang keliru, Tabe' kami tunggu responta', Masukan dan Sumbangsita' sangat berharga bagi keberlangsungan Bahasa Makassar Kedepan.

Monday, June 3, 2013

situs bank liberty reserve di tutup

Heboh! Situs Liberty Reserve Ditutup Karena Kasus Money Laundering
Halo sahabat trader, pagi ini saya mendapatkan kabar yang cukup menghebohkan, yaitu kabar yang menyatakan bahwa situs Liberty Reserve ( online payment processor ) yang biasa digunakan untuk transaksi keuangan, khususnya dalam bisnis forex trading, dinyatakan DITUTUP oleh pihak yang berwajib. Penutupan situs Liberty Reserve secara paksa ini dikarenakan tertangkapnya pendiri dan pemilik Liberty Reserve yang bernama Arthur Budovsky Belanchuk dalam kasus pencucian uang atau Money Laundering.

Arthur Budovsky Belanchuk yang merupakan warga negara Ukrania, ditangkap oleh kepolisian negara Costa Rica, berkat kerja sama dengan kepolisian Amerika Serikat. Pejabat kepolisian Costa Rica José Pablo González menyatakan bahwa memang Arthur Budovsky Belanchuk sudah lama diselidiki terkait kejahatan pencucian uang, yaitu sudah sejak tahun 2011. Dan yang menghebohkan bahwa penyelidikan ini didasarkan pada indikasi adanya praktek pencucian uang yang terjadi dalam perusahan yang dimiliki oleh Arthur Budovsky Belanchuk, yaitu Liberty Reserve.
Situs Liberty Reserve yang merupakan salah satu Online Payment Processor yang ternama, diindikasikan menjadi alat bagi Arthur Budovsky Belanchuk untuk melakukan praktek tindak kejahatan pencucian uang, khususnya uang dari hasil perdagangan obat-obatan terlarang, dan juga dari situs-situs dengan konten dewasa yang menjadikan anak-anak sebagai objek.

Penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian Costa Rica tidak terlepas dari penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian Amerika Serikat sejak tahun 2007. Sehingg akhirnya, Arthur Budovsky Belanchuk dapat ditangkap berkat kerjasama kedua institusi penegak hukum dari Costa Rica dan Amerika Serikat.

Saya sendiri awalnya tidak percaya bahwa situs Liberty Reserve benar-benar ditutup, namun setelah saya mencoba lansung untuk mengakses situs Liberty Reserve di http://www.libertyreserve.com/ , ternyata memang sudah tidak bisa di akses. Hal ini sangat mengejutkan, karena saya berpikir, pasti banyak orang di dunia yang masih memiliki dana yang terdapat di akun Liberty Reserve mereka. Saya pribadi sudah tidak memiliki dana disana, hanya ada sekitar $0.2 , karena kamis kemaren saya sudah menjual semua dana saya di Liberty Reserve.

Kemudian yang menjadi pertanyaan besar saya adalah, jika benar situs Liberty Reserve ditutup selamanya, kemudian bagaimana nasib para pemilik akun Liberty Reserve, yang masih memiliki dana disana? Apakah kemudian ada upaya dari pihak berwajib untuk membantu orang-orang ini agar dapat mendapatkan kembali dana mereka, atau mungkin ada prosedur lainnya? Yang pasti kita masih perlu menunggu kelanjutan dari kasus pencucian uang yang dilakukan oleh Arthur Budovsky Belanchuk si pemilih situr Liberty Reserve ini. Semoga ada jalan keluar yang terbaik, khususnya bagi para pemilik dana di Liberty Reserve.

sumber: http://www.ticotimes.net/More-news/News-Briefs/Costa-Rican-arrested-in-Spain-for-alleged-financial-crimes_Friday-May-24-2013 >> Silahkan baca berita di link tersebut terkait situs Liberty Reserve ditutup karena kasus pencucian uang.
Sumber
http://bisnisforextrading.com/heboh-situs-liberty-reserve-ditutup-karena-kasus-money-laundering/

Sunday, May 26, 2013

sketch pencil Oprah

oprah... gw paling suka krn dulu acara nya menarik sekali..... di sisi lain dia berjiwa penolong yg sangat baik.. membantu anak anak africa... maka itu gw melukis dia  di buku sketsa gw haha

Saturday, May 25, 2013